Ciri-ciri Penebalan Dinding Rahim Tidak Normal

Ciri-ciri penebalan dinding rahim tidak normal penting untuk diketahui, karena salah satu pemicu yang menghambat kehamilan atau kesuburan rahim.

Penebalan dinding rahim yang tidak normal yaitu jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal seharunya tumbuh di dalam rahim, sehingga dalam dunia medis disebut hiperplasia endometrium.

Saat periode pertama siklus haid, umumnya indung telur menghasilkan hormon estrogen yang berguna membantu penebalan endometrium dan mempersiapkan rahim untuk proses kehamilan.

Namun, ada kalanya jumlah hormon tersebut terlalu berlebihan hingga menyebabkan penebalan dinding rahim tidak normal.

Agar kondisi ini bisa ditangani dengan cepat, ada baiknya untuk mengimak ulasan kami dengan tuntas.

7 Ciri-ciri Penebalan Dinding Rahim Tidak Normal: Ini Tanda yang Perlu Diperhatikan

1. Pendarahan

Adanya pendarahan yang keluar dari miss V di antara periode menstruasi atau pendarahan yang terjadi setelah menopause.

2. Sakit Saat Berhubungan

Adanya penebalan dinding rahim tidak normal juga bisa menyebabkan sakit pada saat berhubungan dengan pasangan dan merasa tidak nyaman.

3. Keluar Darah Menstruasi Lebih Banyak

Penderita juga akan mengalami penebalan dinding rahim yang lebih tebal dari ukuran normal. Dampaknya, haid yang dihasilkan pada saat peluruhan di masa menstruasi pun berjumlah lebih banyak dan mengalir lebih deras.

4. Periode Menstruasi Panjang

Rata-rata memiliki periode menstruasi yang lebih panjang dan terasa berat, kadang-kadang disertai dengan nyeri pada bagian perut.

Jika seseorang rata-rata mengalami haid selama 7 hari, penderita hiperplapsia endometrium dapat mengalami periode menstruasi hingga belasan hari.

5. Siklus Haid Pendek

Selain periode menstruasi yang panjang, penderita penebalan dinding rahim tidak normal juga mengalami siklus haid yang pendek. Akibatya, ia mengalami menstruasi lebih sering daripada orang pada umumnya.

6. Tidak Menstruasi Sama Sekali

Tiap individu wanita dapat mengalami gejala berbeda antara yang satu dengan yang lain.

Jika penderita satu bisa mengalami periode menstruasi yang panjang dan mengeluarkan banyak darah, ada juga yang bahkan tidak mengeluarkan darah haid atau tidak mengalami menstruasi sama sekali.

7. Gejala Anemia

Akibat banyaknya darah yang keluar saat haid, penderita juga dapat mengalami keluhan anemia atau kekurangan darah, yang ditandai dengan rasa pusing, berkunang-kunang, badan letih, lemah, lesu, lelah, dan juga wajah terlihat pucat.

Tinggalkan Komentar Disini…