Penyakit kulit dapat dialami banyak orang dan mempengaruhi penampilan. Keluhan ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, hingga reaksi alergi.
Setiap jenis penyakit kulit memiliki karakter dan keluhan yang berbeda-beda. Ada yang menimbulkan rasa gatal, bercak, ruam, hingga perubahan warna pada kulit.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan membahas berbagai jenis penyakit kulit satu per satu, lengkap dengan gambar supaya lebih mudah dikenali.
1. Psoriasis

Tidak menular dan merupakan penyakit kulit akibat gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit sehat sehingga pertumbuhan sel kulit menjadi terlalu cepat. Akibatnya, sel-sel kulit menumpuk di permukaan dan membentuk bercak tebal bersisik, berwarna kemerahan atau keperakan yang terasa gatal, bahkan kadang perih. Umumnya muncul di siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bawah.
“Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation, psoriasis berkaitan dengan peradangan kronis akibat reaksi sistem imun tubuh.”
2. Cacar Air

Dikenal juga dengan varicella adalah infeksi virus yang sangat menular dan sering menyerang anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan bentol-bentol kecil berisi cairan jernih yang muncul di berbagai bagian tubuh, disertai demam dan rasa lelah. Bentol tersebut biasanya terasa sangat gatal, dapat pecah, lalu mengering menjadi keropeng. Proses penyembuhan umumnya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu.
3. Kudis (Scabies)

Disebabkan oleh tungau mikroskopis yang bersarang dan membuat terowongan di bawah lapisan kulit, sehingga menimbulkan rasa gatal yang luar biasa, terutama di malam hari. Umumnya muncul di sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, hingga area genital.
Ciri khas penyakit kudis berupa garis halus berwarna abu-abu atau kemerahan yang tampak berkelok di permukaan kulit, disertai ruam dan bekas garukan. Penyakit ini juga sangat mudah menular melalui kontak kulit langsung dalam waktu lama.
“Studi oleh American Academy of Dermatology menunjukkan bahwa kudis dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit.”
Baca juga:
Cara mengatasi kudis secara alami
4. Eksim (Dermatitis)

Peradangan kulit yang membuat kulit menjadi merah, kering, pecah-pecah, dan sangat gatal. Biasanya terlihat kasar, bersisik, bahkan bisa mengeluarkan cairan jika digaruk. Area yang sering terkena meliputi lipatan siku, belakang lutut, leher, wajah, dan tangan.
Dalam jangka panjang, garukan berulang dapat membuat kulit menebal dan berubah warna menjadi lebih gelap pada beberapa area.
“Menurut The Journal of Allergy and Clinical Immunology, eksim dapat dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan seperti alergi.”
5. Bisul

Benjolan merah berisi nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit. Awalnya, bisul muncul sebagai benjolan keras dan nyeri, lalu membesar dengan bagian tengah berwarna putih atau kuning akibat penumpukan nanah. Area di sekitarnya biasanya tampak merah dan membengkak karena peradangan.
“Menurut penelitian dari Journal of Clinical Microbiology, bisul dapat dipicu oleh kebersihan yang kurang baik atau adanya luka terbuka pada kulit.”
6. Kusta (Lepra)

Penyakit infeksi kronis yang menyerang kulit dan saraf tepi. Gejala awalnya berupa bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mati rasa dan tidak terasa gatal. Bercak tersebut biasanya kehilangan rasa terhadap sentuhan, panas, maupun dingin.
Secara kasat mata, kulit tampak lebih pucat atau kemerahan dengan batas yang jelas, serta permukaannya dapat terlihat mengkilap atau bersisik. Indonesia masih termasuk negara dengan jumlah kasus kusta yang cukup tinggi, sehingga penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.
7. Kurap

Infeksi jamur pada kulit yang ditandai dengan bercak berbentuk lingkaran atau cincin, dengan tepi merah yang lebih menonjol dan bagian tengah yang tampak lebih pucat. Bercak ini biasanya terasa gatal, kemerahan, dan bersisik, serta dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Bentuk melingkarnya yang khas membuat kurap relatif mudah dikenali dibandingkan infeksi kulit lainnya. Penyakit ini juga mudah menular melalui kontak langsung maupun benda yang terkontaminasi jamur.
“Menurut penelitian yang dipublikasikan di Mycopathologia, kurap dapat menyebar melalui kontak langsung atau penggunaan benda yang terpapar jamur.”
8. Herpes

Infeksi virus yang menyebabkan munculnya lepuhan berisi cairan yang terasa nyeri dan panas pada kulit. Secara umum, herpes terbagi menjadi dua jenis yang paling dikenal, yaitu herpes simplex dan herpes zoster.
Herpes simplex biasanya muncul di sekitar mulut atau area genital, dengan ciri berupa kelompok gelembung kecil berisi cairan jernih yang berkumpul di satu area dan disertai kulit kemerahan serta meradang. Sementara itu, herpes zoster muncul mengikuti jalur saraf dan umumnya hanya terjadi di satu sisi tubuh, sehingga lepuhannya tampak membentuk pola garis atau pita.
“Menurut studi dalam Journal of Clinical Virology, sekitar 70% orang dewasa terinfeksi HSV tanpa menunjukkan gejala.”
9. Melanoma

Jenis kanker kulit paling berbahaya yang berasal dari sel penghasil pigmen. Keluhan ini biasanya bermula dari tahi lalat yang berubah bentuk menjadi tidak simetris, dengan warna beragam seperti cokelat, hitam, merah, putih, atau biru, serta tepi yang tidak rata dan tampak kabur atau bergerigi, berbeda dengan tahi lalat normal yang umumnya bulat dan berwarna merata.
“Menurut Cancer Research UK, risiko melanoma meningkat akibat paparan sinar matahari berlebihan tanpa perlindungan.”
10. Vitiligo

Penyakit kulit akibat hilangnya pigmen melanin yang menyebabkan munculnya bercak putih dengan batas jelas di berbagai bagian tubuh, terutama area yang sering terpapar matahari. Bercak ini dapat berukuran kecil atau luas dan terkadang menyatu membentuk area yang lebih besar.
“Menurut penelitian dalam Journal of Dermatology, vitiligo dapat dipicu oleh faktor genetik dan stres”.
11. Campak

Penyakit infeksi virus yang sangat menular dan sering menyerang anak-anak. Gejalanya diawali demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, lalu muncul ruam berupa bintik-bintik merah yang dimulai dari wajah dan belakang telinga sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Bintik tersebut cenderung menyatu membentuk bercak kemerahan yang lebih besar dan merata.
“Menurut studi dari Lancet Infectious Diseases, imunisasi campak dapat menurunkan angka penderita penyakit ini.”
Penutup
Kulit yang sehat bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Maka dari itu, memahami jenis-jenis penyakit kulit merupakan langkah awal yang baik dalam menjaga kesehatan kulit.