Penyebab Jerawat di Muka yang Paling Umum

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Jerawat merupakan masalah kulit yang hampir setiap orang pernah alami, setidaknya sekali seumur hidup.

Namun, mengapa jerawat lebih mudah muncul pada sebagian orang? Jawabannya terletak pada berbagai faktor pemicu yang berbeda-beda.

Karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab jerawat di muka yang paling sering terjadi.

Dengan begitu, perawatan yang dilakukan bisa terarah bukan sekedar menebak.

Penyebab Timbulnya Jerawat Pada Wajah

1. Produksi Minyak Berlebih

Kelenjar sebaceous yang terlalu aktif dapat menghasilkan minyak dalam jumlah yang banyak. Ketika minyak ini bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori pun mudah tersumbat. Proses inilah yang menjadi awal terbentuknya jerawat.

Kondisi tersebut paling sering terjadi di area dahi, hidung, dan dagu. Tidak heran jika pemilik kulit berminyak cenderung lebih rentan mengalami jerawat dibandingkan dengan tipe kulit lainnya.

2. Perubahan Hormon

Hormon androgen berperan dalam merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak minyak. Inilah alasan mengapa jerawat sangat identik dengan masa pubertas, ketika kadar hormon sedang meningkat.

Pada wanita dewasa, jerawat hormonal juga kerap muncul menjelang menstruasi, saat kehamilan, atau akibat kondisi tertentu seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Perubahan hormon tersebut membuat jerawat terasa sulit diprediksi dan seringkali kambuh tanpa sebab yang jelas.

3. Faktor Genetik

Kecenderungan berjerawat juga dapat diturunkan dari orang tua. Faktor genetik berperan dalam menentukan ukuran dan tingkat keaktifan kelenjar sebaceous, respons kulit terhadap perubahan hormon, hingga kecepatan regenerasi sel kulit.

Itulah sebabnya ada orang yang hampir tidak pernah mengalami jerawat meski jarang melakukan perawatan wajah. Sebaliknya, ada pula yang tetap berjuang melawan jerawat walaupun sudah merawat kulit dengan serius dan konsisten.

4. Bakteri

Bakteri Cutibacterium acnes secara alami hidup di permukaan kulit dan umumnya tidak berbahaya dalam kondisi normal.

Namun, masalah mulai muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan minim oksigen yang memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat.

Akibatnya, terjadi peradangan yang memicu munculnya jerawat merah, bengkak, bahkan bernanah, yang dikenal sebagai jerawat inflamasi atau jerawat radang.

5. Gaya Hidup Tidak Sehat

Kondisi kulit wajah seringkali mencerminkan keadaan tubuh secara keseluruhan. Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat memicu lonjakan insulin yang kemudian merangsang produksi sebum secara berlebihan.

Selain itu, kurang tidur dan stres berlebihan meningkatkan kadar hormon kortisol, yang turut memperburuk kondisi kulit dan memicu munculnya jerawat. Kebiasaan merokok juga memberikan dampak buruk karena dapat merusak kolagen serta menurunkan kemampuan kulit untuk pulih secara alami.

6. Produk Perawatan Kulit Tidak Tepat

Penggunaan produk yang mengandung bahan komedogenik dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat baru. Kondisi ini dikenal sebagai acne cosmetica, yaitu jerawat yang timbul akibat penggunaan kosmetik atau produk perawatan tertentu.

Beberapa bahan yang perlu diwaspadai antara lain minyak mineral, lanolin, dan isopropyl myristate.

Bagi pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat, memilih produk dengan kandungan non-komedogenik menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Penutup

Setiap kulit memiliki ceritanya masing-masing. Jerawat yang muncul di muka bisa dipicu oleh satu faktor saja, tetapi tidak jarang juga merupakan hasil kombinasi dari beberapa penyebab sekaligus.

Baca juga:
Manfaat qnc jelly gamat untuk kulit wajah

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …