Jantung bocor merupakan kondisi kelainan struktur pada area pemompa darah yang dapat terjadi sejak lahir maupun berkembang di usia dewasa. Keadaan ini terjadi ketika terdapat lubang pada sekat jantung yang menyebabkan percampuran darah bersih dan darah kotor.
Gejala jantung bocor pada anak memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan orang dewasa, sehingga sudah menjadi keharusan untuk mengenalinya sedini mungkin, agar segera melakukan penanganan serta mencegah komplikasi lebih lanjut.
Ciri-ciri Jantung Bocor pada Anak
Napas cepat dan sulit makan atau minum
Anak akan bernapas lebih cepat dari biasanya, bahkan saat sedang beristirahat. Kondisi ini membuatnya kesulitan saat makan atau minum karena napas terasa tersengal.
Pada bayi, hal tersebut sering terlihat dari kebiasaan berhenti di tengah proses menyusu untuk mengatur napas. Akibatnya, waktu makan menjadi lebih lama dan terasa melelahkan bagi mereka.
Napas cepat dan sulit makan atau minum
Pertumbuhan fisik anak umumnya lebih lambat dibandingkan anak seusianya. Meskipun asupan nutrisi telah diberikan dengan baik, berat badan mereka sering kali sulit meningkat. Hal ini terjadi karena energi yang seharusnya digunakan untuk proses tumbuh kembang justru banyak terpakai untuk menyesuaikan kerja jantung yang tidak normal.
Infeksi Paru-paru yang Sering
Anak memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami infeksi paru-paru yang berulang. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di paru-paru karena aliran darah yang tidak lancar, sehingga anak seringkali harus bolak-balik menjalani perawatan kesehatan.
Sianosis
Perubahan warna pada kulit dan bibir menjadi kebiruan sering kali terlihat jelas, terutama di area bibir, ujung jari, dan kuku. Pada beberapa kasus, warna kebiruan ini semakin tampak saat anak menangis atau melakukan aktivitas yang membutuhkan lebih banyak tenaga. Kondisi ini terjadi karena darah yang mengalir ke seluruh tubuh tidak membawa cukup oksigen.
Merasa cepat lelah
Anak mudah merasa lelah meskipun hanya bermain sebentar. Saat teman sebayanya masih bersemangat berlarian, anak dengan kondisi jantung bocor seringkali sudah harus berhenti untuk beristirahat. Akibatnya, mereka juga kesulitan mengikuti pelajaran olahraga di sekolah dan kerap tertinggal dari teman-temannya.
Hemoglobin tinggi
Tubuh anak akan berusaha menyesuaikan diri terhadap kekurangan oksigen dengan memproduksi lebih banyak sel darah merah. Akibatnya, kadar hemoglobin dalam darah meningkat melebihi nilai normal dan dapat terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Meskipun kadar hemoglobin yang tinggi sering dianggap baik, kondisi ini justru menandakan adanya masalah pada sistem peredaran darah.
Mudah tertular penyakit
Sistem kekebalan tubuh anak cenderung lebih lemah. Mereka gampang tertular penyakit dari lingkungan sekitar, baik itu flu, demam, maupun infeksi lainnya. Proses pemulihan dari sakit juga membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan anak secara umumnya.
Bayi sulit menyusu dan nenjadi rewel
Bayi mudah lelah dan banyak berkeringat meski hanya menyusu sebentar, serta cenderung lebih rewel karena merasa tidak nyaman. Tangisan berlebihan pun dapat memperburuk kondisi jantung bocor karena meningkatkan kebutuhan energi dan oksigen.
Ciri-ciri Jantung Bocor pada Orang Dewasa
Sesak napas dan lelah berlebihan
Kesulitan bernapas sering muncul, bahkan saat melakukan aktivitas ringan seperti naik tangga atau berjalan cepat. Dalam kondisi tertentu, sesak napas juga bisa dirasakan saat berbaring atau beristirahat.
Selain itu, seseorang dapat merasa sangat lelah meskipun hanya melakukan pekerjaan ringan yang biasanya tidak menjadi masalah.
Pembengkakan kaki dan tungai
Penumpukan cairan dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan tungkai, terutama di area betis hingga pergelangan kaki, yang biasanya lebih terasa pada sore atau malam hari. Kondisi ini terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah dengan baik, sehingga cairan menumpuk di bawah kulit. Akibatnya, sepatu yang biasanya terasa pas menjadi sempit, dan bekas tekanan kaus kaki tampak jelas pada kulit.
Sakit dada
Sakit di area dada dapat muncul sesekali, dengan rasa seperti ditekan, terasa sesak, atau seolah tertimpa beban berat. Keluhan ini umumnya muncul saat beraktivitas dan berkurang ketika beristirahat. Tingkat keparahan serta seberapa sering nyeri muncul bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi jantung bocor.
Sakit kepala dan pusing
Aliran darah yang kurang lancar ke otak dapat menimbulkan keluhan seperti sakit kepala, pusing, atau rasa seperti berputar. Gejala ini biasanya sangat terasa saat terjadi perubahan posisi secara mendadak, misalnya ketika bangun dari duduk atau dari posisi berbaring.
Detak jantung tidak teratur
Penderita penyakit jantung bocor mungkin merasakan detak jantung yang lebih cepat, lebih lambat, atau kadang-kadang tidak beraturan seperti ada yang terlewat. Gejala ini bisa datang tiba-tiba dan sering menimbulkan ketidaknyamanan di area dada.
Penutup
Dukungan dari keluarga memiliki peran penting dalam membantu proses pengobatan dan pemulihan penderita jantung bocor.
Kami harap penjelasan tentang ciri-ciri jantung bocor pada anak dan orang dewasa ini bisa menjadi sumber yang baik untuk Anda dan keluarga.