Penyebab dan Gejala Radang Amandel: Kenali Sekarang!

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Radang amandel atau yang dikenal sebagai tonsilitis dapat diderita oleh semua kalangan usia, namun paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja berusia antara 5 hingga 15 tahun.

Salah satu alasan ukuran amandel cenderung lebih besar pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Karena amandel berperan penting dalam melawan infeksi selama masa pertumbuhan. Seiring bertambahnya usia, ukuran amandel biasanya akan mengecil dengan sendirinya.

Oleh sebab itu, melalui artikel ini kami akan membahas secara lengkap penyebab dan gejala radang amandel.

Penyebab Radang Amandel

Infeksi Virus

Berbagai jenis virus yang dapat memicu peradangan pada amandel, terutama pada anak-anak dan remaja, antara lain:

  • Adenovirus
    • Salah satu virus yang mudah menular melalui percikan air liur saat berbicara, batuk, atau bersin. Selain menyerang amandel, adenovirus juga dapat mengganggu saluran pernapasan atas dan mata, dengan penularan yang sangat cepat terutama di lingkungan padat seperti sekolah atau tempat kerja.
  • Influenza
    • Saat virus influenza masuk ke tubuh, sistem kekebalan merespons dengan menimbulkan peradangan, termasuk pada amandel, yang biasanya disertai gejala seperti pusing, nyeri otot, dan kelelahan berlebihan.
  • Parainfluenza
    • Kelompok virus yang menyerang saluran pernapasan, termasuk amandel, dan dapat menimbulkan peradangan disertai batuk kering serta suara serak. Anak-anak lebih rentan terinfeksi karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.
  • Enterovirus
    • Kelompok virus yang masuk melalui saluran pencernaan dan pernapasan. Meski lebih sering menyebabkan gangguan pencernaan, enterovirus juga dapat mengakibatkan radang amandel. Penyebarannya mudah, terutama di musim panas hingga awal gugur, dan dapat bertahan lama pada permukaan benda yang sering disentuh.
  • Mycoplasma
    • Virus ini dapat menyebabkan peradangan amandel yang berkembang perlahan, dengan gejala awal ringan namun berlangsung lebih lama.

Infeksi Bakteri

Bakteri Streptococcus grup A dapat menyebar ketika seseorang bersentuhan langsung atau melalui percikan air liur saat mereka batuk atau bersin. Bakteri ini tumbuh dengan baik di tempat yang hangat dan lembap di tenggorokan, apalagi saat sistem kekebalan tubuh sedang lemah.

Jika tidak ditangani, infeksi ini bisa menyebabkan masalah serius seperti demam rematik atau masalah pada ginjal. Gejala yang muncul biasanya lebih parah dibandingkan dengan infeksi virus.

Gejala Radang Amandel

Amandel tampak berwarna merah dan bengkak

Ketika terjadi peradangan, amandel akan tampak lebih merah dan membengkak hingga ukurannya menjadi lebih besar dari biasanya.

Dalam beberapa kasus, Mungkin juga melihat bercak putih atau kuning pada permukaan amandel, yang menandakan adanya nanah atau sel-sel mati yang menumpuk akibat infeksi.

Radang tenggorokan

Rasa sakit dan tidak nyaman di tenggorokan terasa kering, kasar, dan seperti terbakar, serta dapat semakin parah saat berbicara atau batuk. Nyeri ini umumnya terpusat di bagian belakang mulut, tepat di area amandel.

Kesulitan atau sakit saat menelan

Setiap kali menelan, amandel yang membengkak akan bergesekan dengan dinding tenggorokan dan menimbulkan rasa sakit yang tajam. Kondisi ini sering menurunkan nafsu makan karena penderita cenderung menghindari makan dan minum, bahkan menelan air liur pun terasa sakit.

Demam menggigil atau sering merasa demam

Pada penderita radang amandel, demam sering naik turun dan disertai rasa menggigil, terutama saat suhu mulai meningkat. Suhu tubuh bahkan dapat mencapai 38°C atau lebih, tergantung tingkat keparahan infeksi.

Pembengkakan pada kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening di area leher dan rahang dapat membengkak sebagai respons terhadap infeksi. Benjolan lunak di sepanjang sisi leher biasanya terasa sakit saat disentuh, menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi.

Mendengkur saat tidur

Pembengkakan amandel dapat menyumbat sebagian saluran pernapasan, terutama saat berbaring. Udara yang melewati celah sempit menimbulkan getaran sehingga muncul dengkuran, bahkan pada orang yang biasanya tidak mendengkur.

Pembesaran kelenjar adenoid

Kelenjar adenoid di belakang hidung dapat ikut membesar saat radang amandel, sehingga menyebabkan hidung tersumbat, sulit bernapas melalui hidung, dan suara menjadi sengau. Keduanya sering meradang bersamaan karena sama-sama berperan dalam sistem pertahanan tubuh.

Kesimpulan

Radang amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dengan gejala seperti amandel bengkak dan kemerahan, radang tenggorokan, nyeri saat menelan, hingga pembesaran kelenjar adenoid.

Semoga pembahasan kami menjadi sumber tepat bagi yang membutuhkan.

Baca juga:
Obat alami untuk radang amandel

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …