Fistula Ani dan Gejala yang Perlu Diketahui

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Pernahkah merasakan nyeri yang tidak biasa di area anus disertai keluarnya cairan berbau? Kondisi ini mungkin bukan sekadar iritasi biasa.

Fistula ani adalah saluran kecil tidak normal yang menghubungkan ujung usus besar dengan permukaan kulit di sekitar anus. Berbeda dengan luka biasa yang dapat sembuh sendiri, fistula ani terbentuk akibat infeksi yang berkembang menjadi abses, yaitu benjolan berisi nanah yang muncul di sekitar anus.

Gejala fistula ani seringkali membuat penderitanya kesulitan beraktivitas seperti biasa, bahkan untuk sekadar duduk atau berjalan.

Gejala Fistula Ani

Sakit pada area anus

Rasa sakit di sekitar anus biasanya terasa menusuk atau berdenyut. Tingkat rasa sakit bisa bertambah saat duduk, berjalan, atau saat buang air besar.

Sebagian penderita juga menggambarkan rasa tersebut seperti ada yang mengganjal, disertai rasa panas di area anus.

Perubahan warna kulit di sekitar anus

Kulit di sekitar anus akan terlihat kemerahan, bengkak, dan menjadi sensitif ketika disentuh. Dalam beberapa kasus, warna kulit juga dapat berubah menjadi lebih gelap atau keunguan.

Ada darah saat buang air besar

Bisa berupa bercak darah segar yang terlihat pada tisu toilet atau bercampur dengan feses. Jumlah darah yang keluar bisa berbeda, dari sedikit hingga cukup banyak tergantung tingkat keparahan kondisi. Hal ini terjadi karena saluran fistula yang rapuh mudah terluka, terutama saat tekanan meningkat selama proses buang air besar.

Keluarnya nanah dan gatal area anus

Keluarnya nanah dari lubang fistula secara terus-menerus atau berkala dapat berwarna putih kekuningan, kehijauan, atau kecokelatan, sehingga membuat area anus terasa basah, lengket dan gatal. Bau yang dihasilkannya pun sangat menyengat dan seringkali mengotori pakaian dalam.

Demam, meriang, dan rasa lelah

Saat kondisi fistula ani sudah parah, tubuh akan demam, meriang, menggigil, dan merasa sangat lelah dalam waktu yang lama. Seringkali gejala ini juga disertai dengan menurunnya nafsu makan dan berat badan.

Kesulitan mengontrol mengeluarkan feses

Fistula ani dapat mengganggu otot pengontrol anus. Akibatnya, penderita sulit menahan buang air besar atau gas, bahkan bisa mengalami kebocoran feses tanpa disadari.

Baca juga:
Penyebab munculnya wasir

Faktor Risiko Fistula Ani

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fistula ani, seperti peradangan yang berlangsung lama pada saluran pencernaan (contohnya, penyakit radang usus) serta pernah melakukan operasi di area anus.

Selain itu, kurangnya menjaga kebersihan dan luka yang sering muncul di sekitar anus juga dapat menyebabkan terjadinya fistula ani.

Penutup

Deteksi dini bukan sekadar slogan, ini adalah langkah terbaik dalam menghindari fistula ani semakin parah.

Perlu diingat, masalah fistula ani tidak dapat sembuh sendiri seperti luka gores biasa.

Baca juga:
Obat alami untuk fistula ani

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …