Wasir dikenali juga dengan ambeien merupakan keadaan dimana pembuluh darah di area anus mengalami pembengkakan dan peradangan.
Keluhan ini dapat dialami siapa saja, mulai dari usia muda hingga lanjut, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.
Maka dari itu, mengenali penyebab dan mencegah wasir sejak dini menjadi suatu keharusan.
9 Penyebab Wasir
1. Peningkatan Tekanan Akibat Kehamilan
Masa kehamilan membawa perubahan besar pada tubuh, termasuk meningkatnya tekanan di perut bagian bawah. Seiring janin berkembang, rahim membesar dan menekan pembuluh darah di sekitar panggul serta anus, sehingga aliran darah terhambat dan memicu pembengkakan.
Di sisi lain, perubahan hormon membuat dinding pembuluh darah lebih mudah melebar. Kondisi ini biasanya semakin terasa pada trimester ketiga, saat berat janin mencapai puncaknya.
2. Kelebihan Berat Badan
Penumpukan lemak di area perut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Semakin tinggi indeks massa tubuh, semakin besar risiko wasir karena tekanan ini memicu pembesaran pembuluh vena.
Selain itu, kelebihan berat badan sering berkaitan dengan pola makan rendah serat dan kurang bergerak, yang turut memperbesar risikonya.
3. Mengejan Terlalu Keras Saat Buang Air Besar
Saat feses keras dan sulit dikeluarkan, banyak orang spontan mengejan kuat, sehingga tekanan langsung tertuju pada pembuluh darah di area anus. Dalam jangka pendek, hal ini dapat menyebabkan pembengkakan sementara.
Namun, jika dilakukan berulang dan berlangsung lama, terlebih saat duduk terlalu lama di toilet, pembengkakan bisa menjadi permanen dan meningkatkan risiko wasir.
4. Duduk Terlalu Lama
Gaya hidup yang sering duduk, baik saat bekerja, mengemudi, maupun menonton, akan memberi tekanan pada area panggul dan menghambat sirkulasi darah, sehingga darah cenderung menggenang di pembuluh vena sekitar anus.
Kondisi ini makin buruk jika duduk di permukaan keras dalam waktu lama. Tak heran, profesi yang menuntut duduk berjam-jam memiliki risiko lebih tinggi mengalami wasir.
5. Diare atau Sembelit
Sembelit membuat feses keras sehingga memicu mengejan berlebihan, sementara diare yang berulang membuat lebih sering buang air besar dan menyebabkan iritasi pada area anus.
Keduanya memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah di sekitar anus. Jika masalah pencernaan ini menjadi kronis, pembuluh darah tidak sempat pulih dan akhirnya membengkak.
6. Mengangkat Beban Terlalu Berat
Bisa meningkatkan tekanan di rongga perut yang diteruskan ke area panggul, termasuk pembuluh darah di sekitar anus.
Aktivitas ini, terutama bila dilakukan berulang, dapat melemahkan dinding pembuluh darah dan memicu wasir, sehingga umum terjadi pada pekerja fisik atau atlet angkat beban.
7. Jarang Melakukan Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik membuat otot tubuh melemah, termasuk yang menopang pembuluh darah. Akibatnya, sirkulasi darah kurang lancar sehingga pembuluh vena lebih mudah melebar dan membengkak.
8. Terjadinya Penekanan Kembali Aliran Darah
Posisi tubuh yang dipertahankan terlalu lama dapat menekan pembuluh darah di panggul dan menghambat aliran balik dari area anus. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat tumor atau pertumbuhan abnormal di perut dan panggul.
Akibatnya, darah menumpuk di pembuluh vena rektum sehingga memicu pelebaran. Jika berlangsung lama, pembuluh darah kehilangan elastisitas dan membentuk wasir.
9. Kurang Asupan Serat
Membuat feses menjadi keras dan kering, sehingga sulit dikeluarkan. Akibatnya, mengejan menjadi lebih kuat dan tekanan pada pembuluh darah di area anus pun meningkat.
Cara Mencegah Wasir yang Efektif
Tingkatkan Asupan Makanan Tinggi Serat
Serat membantu melunakkan feses dan memperlancar proses buang air besar tanpa perlu mengejan berlebihan. Berikut makanan yang memiliki serat tinggi:
- Perbanyak konsumsi sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan sawi.
- Buah-buahan segar seperti pepaya, apel, pir, pisang, dan jeruk.
- Biji-bijian utuh seperti oatmeal, beras merah, quinoa, dan roti gandum.
- Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, dan almond.
Hindari Duduk Terlalu Lama
Batasi duduk terlalu lama dengan rutin berdiri, berjalan, atau peregangan tiap 30-60 menit agar sirkulasi tetap lancar. Gunakan kursi yang nyaman atau bantalan duduk untuk mengurangi tekanan pada panggul.
Selain itu, ubah posisi duduk secara berkala, hindari berlama-lama di toilet, dan saat perjalanan jauh, sempatkan berhenti untuk bergerak dan meregangkan tubuh.
Minum Cukup Air Setiap Hari
Membantu melunakkan feses sehingga buang air besar lebih lancar tanpa perlu mengejan. Disarankan mengonsumsi sekitar 2 liter air per hari, dan lebih banyak saat beraktivitas berat atau cuaca panas.
Lakukan Olahraga Rutin
Lakukan olahraga ringan hingga sedang seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang secara teratur akan membantu mencegah wasir dengan melancarkan aliran darah.
Hindari Salah Mengangkat Beban Berat
Saat mengangkat beban berat, gunakan teknik yang benar, antara lain tekuk lutut, manfaatkan kekuatan kaki, jaga punggung tetap lurus, dan dekatkan beban ke tubuh. Lakukan pemanasan terlebih dahulu, dan bila perlu gunakan sabuk penyangga untuk mengurangi risiko cedera serta tekanan berlebih pada tubuh.
Jangan Menunda Buang Air Besar
Karena dapat membuat feses mengeras, segera ke toilet saat ada dorongan. Hindari berlama-lama di toilet, dan jangan mengejan berlebihan, istirahatkan sejenak jika diperlukan.
Jaga Kebersihan Area Anus
Dengan membersihkan secara lembut menggunakan air, lalu keringkan dengan menepuk perlahan. Hindari menggosok keras, sabun berpewangi, dan pakaian dalam ketat, pilih bahan katun yang mudah menyerap keringat.
Kesimpulan
Tekanan berlebih akibat hamil, kelebihan berat badan, kebiasaan mengejan, duduk terlalu lama, hingga rendahnya asupan serat merupakan faktor utama penyebab wasir.
Kabar baiknya, pencegahan bisa dilakukan lewat perubahan sederhana, mulai dari perbanyak serat dan air putih, tetap aktif bergerak, hindari duduk terlalu lama, jaga berat badan, hingga jaga kebersihan area anus.
Baca juga:
Gejala fistula ani