Makanan Asam Lambung: Anjuran dan Pantangan

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Asam lambung yang naik bisa membuat ulu hati terasa tidak enak, dada terasa panas, dan bahkan bisa menyebabkan mual.

Keluhan tersebut umumnya akibat mengonsumsi makanan yang kurang tepat. Karena itu, memperhatikan asupan makanan sangat penting dalam menjaga kenyamanan lambung.

Dalam panduan ini, kita akan membahas secara lengkap berbagai makanan anjuran untuk penderita asam lambung, serta jenis makanan pantangan yang sebaiknya dihindari.

Makanan Anjuran Asam Lambung

Berikut adalah pilihan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung:

Teh kamomil atau adas

Telah lama dianggap sebagai minuman yang menyehatkan lambung. Keduanya memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi iritasi pada dinding lambung.

Kamomil bekerja dengan cara meregangkan otot-otot saluran pencernaan, sementara adas membantu mengurangi produksi gas pada lambung.

Sajikan teh ini dalam keadaan hangat, tidak terlalu panas, agar lebih efektif.

Buah apel

Kandungan serat pektin pada buah apel berfungsi untuk menyerap kelebihan asam di dalam lambung sekaligus memperlancar proses pencernaan. Di samping itu, apel juga memiliki sifat basa atau alkali yang dapat membantu menetralkan asam di lambung.

Pilih apel yang rasanya manis seperti fuji atau gala,Konsumsilah apel dalam keadaan segar atau dikukus. Dan hindari jenis apel yang terlalu asam.

Susu tanpa lemak

Berbeda dengan susu full cream yang bisa meningkatkan produksi asam lambung, susu rendah lemak biasanya lebih gampang dicerna dan tidak terlalu membebani kerja lambung.

Selain itu, kalsium yang ada di susu rendah lemak juga bisa membantu menguatkan otot katup yang ada antara kerongkongan dan lambung, yang fungsinya mencegah asam lambung naik.

Jus wortel

Mengandung beta-karoten dan serat yang dapat membantu menetralkan kelebihan asam lambung sekaligus memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan.

Agar manfaatnya lebih maksimal, buatlah jus wortel tanpa tambahan gula atau pemanis buatan. Konsumsilah dalam porsi sedang, sekitar satu gelas kecil per hari.

Kentang

Merupakan sumber karbohidrat kompleks yang relatif mudah dicerna dan tidak merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Selain itu, kandungan patinya juga dapat membantu melapisi dinding lambung sehingga melindunginya dari iritasi akibat asam lambung.

Olah kentang dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa tambahan mentega atau krim secara berlebihan.

Sebaliknya, hindari mengolah kentang dengan cara digoreng karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Brokoli

Mengandung sulforaphane, yaitu senyawa yang dapat membantu melindungi lapisan lambung dari iritasi. Kandungan ini juga sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan.

Sebaiknya konsumsi brokoli dalam keadaan matang. Karena brokoli mentah dapat memicu gas dan menyebabkan perut kembung pada sebagian orang.

Kita bisa mengolahnya dengan cara dikukus atau direbus hingga lunak agar lebih mudah dicerna oleh lambung.

Air kelapa muda

Kandungan elektrolit air kelapa muda membantu menjaga keseimbangan pH dalam tubuh dan memberikan efek mendinginkan pada lambung.

Selain itu, terkandung juga enzim bioaktif yang membantu melancarkan pencernaan.

Pisang

Adalah salah satu buah yang sering direkomendasikan bagi penderita asam lambung karena memiliki pH sekitar 5,6 sehingga tidak terlalu asam. Selain itu, teksturnya yang lembut dan mudah dicerna membuat pisang cocok dikonsumsi sebagai menu sarapan atau camilan.

Kandungan serat dan pektin di dalamnya juga membantu melancarkan pencernaan sekaligus membentuk lapisan pelindung pada dinding lambung. Disarankan memilih pisang yang sudah matang sempurna.

Pantangan Makanan Asam Lambung

Inilah jenis-jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung:

Makanan pedas

Cabai dan berbagai bumbu pedas mengandung capsaicin yang dapat mengiritasi lapisan lambung maupun kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu munculnya rasa perih atau sensasi terbakar pada lambung.

Selain itu, makanan pedas juga dapat memperlambat proses pencernaan sehingga makanan bertahan lebih lama di lambung. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

Baca juga:
Penyebab gastritis

Makanan Mengandung Gas

Beberapa jenis makanan dapat menghasilkan gas berlebih dalam lambung, seperti kol, kubis, kacang-kacangan tertentu, serta minuman bersoda.

Penumpukan gas tersebut dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung yang kemudian mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.

Makanan dan buah-buahan asam

Meskipun kaya akan vitamin dan nutrisi, makanan atau minuman yang memiliki tingkat keasaman tinggi dapat meningkatkan produksi asam lambung serta mengiritasi dinding lambung yang sudah sensitif.

Maka dari itu, sebaiknya hindari konsumsi jus jeruk, jus lemon, saus tomat, serta berbagai produk olahan yang mengandung bahan-bahan asam.

Minuman mengandung kafein serta alkohol

Kafein yang ada di kopi, teh hitam, dan minuman energi bisa membuat otot di bagian bawah tenggorokan menjadi lebih rileks. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke tenggorokan. Kafein juga membuat tubuh memproduksi asam lambung lebih banyak dari seharusnya.

Di sisi lain, alkohol memiliki pengaruh yang mirip dan bahkan bisa langsung mengiritasi lapisan lambung.

Jika merasa sulit untuk mengurangi kebiasaan minum kopi, Kita bisa memilih kopi yang kandungan kafein lebih sedikit.

Makanan Berminyak dan Berlemak

Makanan yang digoreng, seperti gorengan, daging berlemak, dan berbagai makanan berminyak lainnya umumnya memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung.

Proses pencernaan yang lebih lambat ini membuat makanan bertahan lebih lama di dalam lambung sehingga dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Selain itu, kandungan lemak dalam makanan tersebut juga dapat merelaksasi katup lambung, yang pada akhirnya memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Makanan Keras dan Sulit Dicerna

Makanan dengan tekstur keras, kering, atau berserat kasar dapat mengiritasi lambung yang sensitif. Contohnya seperti kerupuk yang terlalu keras, daging yang alot, atau makanan yang kurang matang.

Jenis makanan tersebut memerlukan kerja ekstra dari lambung untuk mencernanya sehingga dapat meningkatkan produksi asam dan menimbulkan rasa sakit.

Supaya meringankan kerja lambung, sebaiknya kunyah makanan dengan baik sebelum menelannya agar proses pencernaan menjadi lebih mudah.

Penutup

Mengelola asam lambung sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya terletak pada pemilihan makanan yang tepat dan menghindari makanan pantangannya.

Selain itu, biasakan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, dan hindari makan terlalu kenyang. Usahakan juga untuk tidak langsung berbaring setelah makan. Berikan jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur agar makanan dapat tercerna dengan baik oleh lambung.

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …