Penyebab Gastritis yang Harus Diketahui

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Gastritis merupakan kondisi peradangan di lapisan dinding lambung yang bisa menimbulkan perut perih, mual, kembung, hingga hilangnya nafsu makan.

Maka dari itu, memahami penyebab gastritis menjadi langkah penting agar kita bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Sebab, gastritis dapat dialami oleh siapa saja, baik dalam bentuk akut yang muncul tiba-tiba maupun kronis yang berkembang secara bertahap.

5 Hal yang Menyebabkan Gastritis

1. Infeksi Bakteri Helicobacter Pylori

Bakteri Helicobacter pylori dapat hidup dan berkembang biak di lapisan mukosa lambung. Kondisi ini akan merusak pertahanan alami dinding lambung, sehingga asam lambung bisa mengikis jaringan di bawahnya.

Infeksi bakteri ini umumnya terjadi sejak masa kanak-kanak dan dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala.

Penularannya bisa terjadi melalui air atau makanan yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan penderita.

Jika tidak ditangani, infeksi ini tidak hanya menimbulkan gastritis, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius pada sistem pencernaan.

2. Penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

Mengonsumsi obat sakit kepala, nyeri sendi, atau pereda nyeri lainnya dalam jangka panjang atau dosis tinggi bisa mengiritasi lapisan lambung. Risikonya akan semakin meningkat jika dikonsumsi saat perut kosong atau bersamaan dengan alkohol.

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Kurang istirahat atau sering begadang, kebiasaan merokok serta minum alkohol berlebihan akan membuat dinding lambung iritasi.

4. Stres

Saat mengalami stres, tubuh akan meningkatkan produksi asam lambung sebagai bagian dari respons sistem saraf. Jika berlangsung dalam jangka panjang, stres juga dapat mengganggu aliran darah ke lambung sehingga menurunkan kemampuan alaminya dalam melindungi diri.

Akibatnya, orang yang sering mengalami kecemasan, depresi, atau beban pikiran berat menjadi lebih rentan mengalami keluhan pada lambung.

5. Gangguan Autoimun

Pada beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh justru keliru menyerang sel-sel sehat di lapisan lambung. Kondisi yang dikenal sebagai gastritis autoimun ini dapat mengganggu kemampuan lambung dalam menyerap nutrisi penting, seperti vitamin B12.

Jenis gastritis ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti gangguan tiroid atau diabetes tipe 1.

Kondisi ini memerlukan perhatian khusus untuk mencegah anemia dan gangguan pada sistem saraf akibat kekurangan vitamin.

Faktor Meningkatkan Risiko Gastritis

Konsumsi makanan pedas dan berlemak

Makanan dengan tingkat kepedasan tinggi seperti cabai, merica, dan bumbu pedas dapat merangsang produksi asam lambung, sementara makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga membuat lambung bekerja lebih keras dan lebih lama terkena asam lambung. Jika kedua makanan tersebut dikonsumsi secara rutin, terutama dalam porsi banyak akan meningkatkan risiko gastritis.

Obesitas

Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan pada perut sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, kondisi ini juga dapat mempengaruhi produksi hormon dan zat kimia yang berperan dalam mengatur fungsi pencernaan, sehingga membuat penderitanya lebih rentan mengalami berbagai masalah pencernaan, termasuk gastritis.

Pola makan tidak teratur

Melewatkan waktu makan atau makan dalam porsi banyak sekaligus dapat mengganggu produksi asam lambung dan memperburuk kondisi lambung.

Penyakit lain

Beberapa kondisi kesehatan, seperti naiknya asam lambung ke kerongkongan, gangguan pada ginjal atau hati, serta penyakit radang usus dan masalah pencernaan lainnya, bisa meningkatkan risiko iritasi pada lambung karena mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memproses dan membuang zat berbahaya. Oleh karena itu, kondisi ini perlu mendapat perhatian untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Alergi makanan

Alergi terhadap makanan tertentu seperti susu, telur, kacang-kacangan, seafood, dan gluten dapat memicu peradangan pada dinding lambung karena sistem kekebalan tubuh menganggap protein dalam makanan sebagai ancaman dan melepaskan zat kimia pemicu iritasi.

Gejala alergi ini tidak selalu muncul seketika dan bisa terasa beberapa jam setelah dikonsumsi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, peradangan pada lambung dapat berlangsung dalam jangka panjang dan berkembang menjadi gastritis.

Kesimpulan

Infeksi bakteri, penggunaan obat pereda nyeri, gaya hidup tidak sehat, stres, hingga gangguan autoimun merupakan penyebab utama gastritis.

Selain itu, memperhatikan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya gastritis juga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan lambung.

Baca juga:
Cara alami mengobati gastritis

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …