Dalam dunia medis ada salah satu keluhan dikenal sebagai Bell’s palsy, yaitu kelumpuhan sementara pada otot wajah yang biasanya hanya mempengaruhi satu sisi.
Penderitanya seringkali terlihat memiliki mulut atau bibir miring sebelah, kesulitan menutup mata, dan tidak mampu mengekspresikan emosi seperti biasanya.
Oleh karena itu, sudah semestinya memahami penyebab dan gejala bibir miring sebelah.
Gejala Bibir Miring Sebelah
Berikut ini adalah tanda umum yang biasanya dialami oleh penderita:
- Kelemahan otot wajah: Otot wajah pada satu sisi terasa lemah atau lumpuh total.
- Mulut yang terkulai: Sudut mulut terlihat turun dan tidak sejajar.
- Kesulitan mengekspresikan wajah: Tidak bisa tersenyum, mengerutkan kening, atau mengangkat alis pada sisi yang terkena.
- Gangguan bicara: Sulit mengucapkan kata-kata tertentu dengan jelas.
- Mata kering: Mata terasa kering karena sulit untuk menutup sepenuhnya.
- Mulut kering: Produksi air liur terganggu membuat mulut terasa tidak nyaman.
- Perubahan indra pengecap: Makanan terasa hambar atau berbeda.
- Meneteskan air liur: Air liur bisa menetes dari sudut mulut tanpa disadari.
- Sensitivitas terhadap suara: Suara terasa lebih nyaring dari biasanya pada satu telinga.
- Kesulitan makan dan minum: Makanan bisa keluar dari mulut karena tidak bisa mengontrol otot.
- Kedutan otot wajah: Gerakan otot tidak terkendali atau seperti berkedut di sisi wajah yang terkena.
- Iritasi mata: Karena mata tidak bisa menutup sempurna, debu atau benda asing mudah masuk.
- Sakit kepala: Rasa nyeri atau tekanan di sekitar kepala atau rahang.
Penyebab Bibir Miring Sebelah
Hingga saat ini, penyebab dari Bell’s palsy belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga kondisi bibir miring sebelah berhubungan erat dengan infeksi virus yang menyerang saraf wajah.
Beberapa jenis virus yang diduga menjadi pemicu, antara lain:
- Herpes simpleks: Virus ini bisa menyebabkan luka lepuh di area wajah.
- Herpes genital: Infeksi menular dari hubungan intim yang juga dapat memicu peradangan saraf.
- Cacar air dan herpes zoster: Keduanya berasal dari virus varicella-zoster yang bisa menyerang sistem saraf.
- Virus Epstein-Barr: Penyebab mononukleosis (demam kelenjar) yang dapat menyerang jaringan saraf.
- Sitomegalovirus: Virus ini bisa menyerang sistem kekebalan tubuh dan saraf.
- Adenovirus: Virus penyebab gangguan pernapasan.
- Rubella (campak Jerman): Penyakit kulit ini juga bisa memicu komplikasi pada sistem saraf.
- Virus gondongan: Menyebabkan pembengkakan kelenjar liur dan bisa menyerang saraf wajah.
- Influenza B: Meski lebih dikenal sebagai penyebab flu, virus ini juga bisa memicu gangguan pada saraf.
- Coxsackievirus: Virus penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) yang juga bisa menginfeksi saraf.
Selain infeksi virus, Bell’s palsy juga bisa terjadi karena peradangan dan pembengkakan saraf kranial ketujuh, yaitu saraf yang bertanggung jawab atas pergerakan otot wajah.
Jika saraf ini terganggu, maka kontrol atas otot-otot wajah seperti untuk tersenyum, berkedip, dan berbicara akan terganggu.
Peradangan juga dapat mempengaruhi produksi air mata dan air liur, serta menyebabkan gangguan pada pendengaran akibat keterlibatan tulang kecil di telinga tengah.
Penutup
Bibir atau mulut miring sebelah bukanlah keluhan yang boleh diabaikan begitu saja, terutama jika muncul secara mendadak.
Penanganan sedini mungkin, baik melalui perawatan medis maupun penggunaan produk herbal, dapat membantu meminimalkan risiko komplikasi serta mempercepat proses pemulihan.
Oleh sebab itu, memahami penyebab serta mengenali gejalanya lebih awal merupakan tindakan yang penting.