Penyebab Telat Haid yang Kerap Terjadi Selain Hamil

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Telat haid seringkali langsung dikaitkan dengan kehamilan. Padahal, keterlambatan datang bulan tidak selalu menandakan seseorang sedang hamil. Masih ada faktor lain yang mempengaruhinya, seperti stres, PCOS, atau aktivitas fisik yang berlebihan.

Tapi, selama terjadi sesekali, telat haid biasanya masih termasuk hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai penyebab telat haid agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Faktor Menyebabkan Telat Haid Selain Kehamilan

1. Stres

Tekanan pikiran yang berlebihan, entah itu karena kerjaan, masalah keluarga, atau masalah pribad, bisa meningkatkan hormon kortisol.

Hal ini dapat mengganggu kerja hipotalamus yang bertugas mengatur siklus haid, sehingga ovulasi bisa terlambat atau bahkan tidak terjadi, yang akhirnya membuat haid jadi telat.

2. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Adalah masalah hormon yang sering dialami oleh wanita yang masih dalam masa subur. Hal ini terjadi ketika ovarium menghasilkan hormon androgen terlalu banyak, yang membuat proses ovulasi sulit terjadi.

Karena itu, wanita yang memiliki PCOS sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan tidak mendapatkan menstruasi selama beberapa bulan.

Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul seperti pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah dan tubuh, jerawat yang sulit hilang, serta kenaikan berat badan.

3. Tumor Kelenjar Pituitari

Merupakan kelenjar kecil yang terletak di bagian bawah otak dan memiliki peran penting dalam mengatur hormon-hormon tubuh.

Jika ada tumor yang tumbuh di kelenjar pituitari, meskipun biasanya tidak berbahaya, hal ini bisa menyebabkan peningkatan hormon prolaktin, yang dapat membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau tertunda.

Gejala lainnya yang mungkin terjadi termasuk sakit kepala, masalah penglihatan, serta keluarnya cairan dari payudara meskipun seseorang tidak sedang menyusui.

4. Hipotiroid

Kelenjar tiroid berfungsi sangat penting untuk mengontrol metabolisme dan keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk siklus reproduksi. Saat kelenjar tiroid tidak aktif dengan baik (hipotiroid), maka jumlah hormon tiroid yang dihasilkan menjadi sedikit. Situasi ini bisa mengganggu siklus menstruasi dan menyebabkan haid datang terlambat.

Kondisi ini juga biasanya disertai dengan gejala lain seperti merasa sangat lelah, berat badan bertambah tanpa alasan yang jelas, rambut rontok, dan kulit menjadi kering.

5. Terlalu Kurus atau Olahraga Berlebihan

Berat badan yang terlalu rendah atau olahraga yang berlebihan bisa membuat keseimbangan hormon reproduksi terganggu.

Wanita dengan indeks massa tubuh di bawah normal atau atlet dengan latihan intens seringkali mengalami keterlambatan menstruasi, bahkan tidak menstruasi sama sekali.

Ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup energi dan gizi, sehingga mengutamakan fungsi penting lainnya dan menunda proses ovulasi.

Jadi, menjaga berat badan yang ideal dan mengatur berolahraga itu sangat penting untuk kesehatan reproduksi.

6. Penggunaan Kontrasepsi

Menggunakan kontrasepsi tertentu, terutama yang mengandung hormon seperti pil, suntikan, atau implan, bisa berdampak pada siklus menstruasi.

Perubahan kadar hormon ini mungkin membuat menstruasi menjadi lebih sedikit, terjadi lebih jarang, atau bahkan terhenti sementara, dan biasanya tidak berbahaya.

Setelah berhenti menggunakan kontrasepsi, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi agar siklus menstruasi kembali normal, ini bisa memakan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung pada jenis kontrasepsi yang digunakan dan kondisi tubuh setiap orang.

7. Menyusui

Pada ibu yang sedang menyusui, keterlambatan atau tidak datangnya menstruasi adalah hal yang wajar. Menyusui meningkatkan hormon prolaktin, yang membantu tubuh memproduksi ASI sekaligus menghambat ovulasi, sehingga haid tidak muncul, terutama di beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Keadaan ini dinamakan amenore laktasi.

Ketika menyusui mulai berkurang atau saat si bayi mulai makan makanan lain, siklus menstruasi biasanya akan kembali sedikit demi sedikit. Namun, waktunya bisa berbeda-beda untuk setiap wanita.

8. Salah Hitungan

Terkadang, keterlambatan datang bulan bisa terjadi karena salah menghitung siklus. Banyak wanita tidak menyadari bahwa siklus menstruasi bisa berbeda beberapa hari setiap bulan dan hal ini masih tergolong normal.

Tanpa mencatat dengan baik, memperkirakan kapan menstruasi berikutnya bisa menjadi tidak tepat, apalagi karena jumlah hari di setiap bulan berbeda-beda.

Menggunakan aplikasi pelacak menstruasi atau kalender khusus bisa membantu memantau siklus dengan lebih akurat dan mengurangi rasa khawatir yang tidak perlu.

Kesimpulan

Penyebab telat haid yang paling umum, mulai dari stres, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), tumot kelenjar pituitari, hipotiroid, masa menyusui, hingga kesalahan dalam menghitung.

Tetapi yang menjadi catatan juga, kenali atau ingat kembali pola haid sendiri agar bisa menilai apakah keterlambatan tersebut masih tergolong normal atau harus diperiksakan.

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …