Penyebab dan Ciri-Ciri Tuba Falopi Tersumbat

Photo of author
Team Lasehatin
Update:

Ketika saluran tuba tersumbat, perjalanan sel telur dari ovarium menuju rahim menjadi terhambat, sehingga proses pembuahan pun sulit terjadi.

Masalah ini seringkali tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak wanita baru menyadarinya setelah mengalami kesulitan hamil.

Maka dari itu, memahami penyebab serta ciri-ciri tuba falopi tersumbat sudah seharusnya dimulai dari sekarang.

Penyebab Tuba Falopi Tersumbat

Berikut ini berbagai faktor yang bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran tuba falopi:

Penyakit radang panggul

Infeksi akibat penyakit radang panggul (PID) dapat menyebar dari miss V atau leher rahim menuju saluran tuba, sehingga memicu peradangan dan pembengkakan. Bakteri klamidia dan gonore sering menjadi biang keladinya.

Apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi ini akan meninggalkan bekas luka yang mempersempit atau bahkan menutup saluran tuba sepenuhnya.

Endometriosis

Terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim justru tumbuh di luar rahim, termasuk pada tuba falopi. Hal ini akan memicu peradangan dan perlengketan yang berujung pada penyumbatan saluran tuba.

Fibroid rahim

Adalah pertumbuhan jaringan jinak di dalam atau sekitar rahim. Meski umumnya tidak berbahaya, tapi letak pertumbuhannya dapat menekan tuba falopi dari luar hingga menyebabkan penyempitan atau penyumbatan.

Jika ukurannya cukup besar, fibroid juga bisa mengubah struktur tuba falopi dan mengganggu fungsinya dalam mengangkut sel telur.

Jaringan parut

Terbentuk akibat operasi perut atau panggul, maupun infeksi yang pernah terjadi sebelumnya. Jaringan ini bekerja seperti “lem” yang membuat organ-organ di dalam panggul, termasuk tuba falopi saling menempel. Akibatnya, saluran tuba bisa menjadi bengkok, terpelintir, atau bahkan tertutup sepenuhnya.

Semakin banyak operasi yang pernah dilakukan di area panggul, semakin tinggi pula risiko terbentuknya jaringan parut.

Kelainan Bawaan

Meskipun jarang terjadi, beberapa wanita memang terlahir dengan kelainan struktur pada tuba falopi. Bentuknya bisa beragam, mulai dari saluran yang tidak normal, ukuran yang terlalu kecil, bahkan tidak terbentuknya saluran tuba sama sekali.

Biasanya, baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan kesuburan karena mengalami kesulitan untuk hamil.

Ciri-Ciri Tuba Falopi Tersumbat

Terjadinya penyumbatan pada saluran tuba falopi secara umum tidak bergejala. Namun, ada beberapa tanda yang menjadi petunjuk penting:

Kesulitan hamil

Ketika pasangan sudah rutin berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi selama lebih dari satu tahun, tapi belum juga hamil.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa saluran tuba falopi mengalami penyumbatan, yang menghambat pertemuan sperma dan sel telur.

Nyeri perut bagian bawah atau panggul

Beberapa wanita dengan tuba falopi tersumbat dapat mengalami nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Rasa nyerinya bisa tumpul dan menetap, atau muncul sesekali, terutama pada satu sisi perut.

Keluhan ini umumnya terjadi akibat penumpukan cairan di dalam saluran tuba (hidrosalping) atau peradangan kronis. Tingkat rasa nyeri bisa meningkat selama menstruasi, ovulasi, atau setelah aktivitas fisik tertentu.

Pendarahan haid tidak normal

Pendarahan di luar jadwal menstruasi atau haid yang terasa jauh lebih berat dari biasanya dapat menjadi indikasi adanya masalah pada tuba falopi. Masalah ini seringkali muncul secara bertahap sehingga kerap diabaikan.

Keputihan tidak normal serta keluhan lainnya

Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain keputihan tidak normal dengan bau kurang sedap, demam ringan, rasa tidak nyaman saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan intim, serta tubuh mudah lelah meski tanpa aktivitas berat.

Penutup

Wanita yang ingin memiliki keturunan mungkin akan menghadapi masalah besar jika saluran tuba falopi masih tersumbat. Tetapi, kondisi ini masih bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

Baca juga:
Cara alami mengatasi tuba falopi tersumbat

Lihat Produk Herbal

Tulis Tanggapan atau Pertanyaan Disini …