Asam urat atau gout adalah suatu kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri, pembengkakan, dan sensasi panas pada sendi.
Asam urat dapat menyerang semua sendi tubuh, tetapi yang paling sering terkena adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.
Beberapa hal yang perlu diketahui tentang asam urat, yaitu penyebab, pencegahan hingga dampak buruknya yang akan dibahas dalam artikel ini.
Penyebab Asam Urat
Ada beberapa faktor penyebab asam urat yang saling berkaitan sehingga menciptakan kondisi sempurna bagi zat purin menumpuk di persendian.
Sering mengonsumsi makanan tinggi purin
Purin adalah senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Ketika tubuh memecah purin, hasilnya adalah asam urat.
Nah, masalahnya dimulai ketika kita terlalu sering mengonsumsi makanan yang kaya akan purin seperti jeroan (hati, ampela, usus), seafood (kerang, udang, cumi), daging merah, dan makanan kaleng tertentu.
Bayangkan saja, setiap kali kita menyantap sate jeroan atau seafood favorit dalam porsi besar, tubuh harus bekerja ekstra untuk memproses purin tersebut.
Kalau ginjal tidak mampu membuang kelebihan asam urat dengan cepat, maka kadarnya akan menumpuk dalam darah.
Gangguan metabolisme
Tubuh kita memiliki sistem metabolisme yang kompleks untuk mengatur berbagai zat, termasuk asam urat. Namun, pada beberapa orang, sistem ini tidak bekerja dengan baik sehingga membuat tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan atau justru kesulitan membuangnya melalui urine.
Masalah seperti obesitas, diabetes, atau sindrom metabolik dapat memperparah kondisi tersebut. Ketika berat badan berlebih, tubuh cenderung memproduksi lebih banyak asam urat dan ginjal pun kesulitan membuangnya.
Makanya, menjaga berat badan ideal bukan cuma soal penampilan, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan metabolisme secara keseluruhan.
Gaya hidup tidak sehat
Kebiasaan buruk dalam keseharian ternyata punya andil besar dalam meningkatkan risiko asam urat. Konsumsi alkohol berlebihan, misalnya, bisa menghambat pembuangan asam urat oleh ginjal. Begitu juga dengan kebiasaan merokok yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan metabolisme tubuh.
Kurang bergerak atau jarang berolahraga juga termasuk gaya hidup tidak sehat yang berkontribusi pada penumpukan asam urat.
Tubuh yang jarang aktif cenderung mengalami perlambatan metabolisme, termasuk dalam hal pembuangan zat-zat yang tidak diperlukan. Ditambah lagi, stres yang tidak terkelola dengan baik akan memicu peradangan dalam tubuh dan memperparah kondisi asam urat.
Faktor genetik
Kadang-kadang, asam urat memang sudah bawaan keluarga. Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat asam urat, kemungkinan kita juga berisiko mengalaminya lebih tinggi. Faktor genetik mempengaruhi bagaimana tubuh memproduksi dan membuang asam urat.
Meski begitu, memiliki keturunan asam urat bukan berarti kita pasti akan mengalaminya. Faktor genetik hanya meningkatkan risiko, sementara gaya hidup dan pola makan tetap menjadi penentu utama.
Jadi, meskipun ada riwayat keluarga, kita masih bisa mencegahnya dengan menerapkan pola hidup sehat.
Pencegahan Asam Urat
Kabar baiknya, pencegahan asam urat sebetulnya tidak rumit, hanya konsisten saja dalam menerapkan kebiasaan sehat.
Hindari makanan tinggi purin
Kurangi atau bahkan hindari makanan yang kaya purin seperti jeroan, daging merah dalam jumlah besar, seafood tertentu, dan makanan kaleng. Bukan berarti kita tidak boleh makan sama sekali, tapi porsi perlu dibatasi.
Sebagai gantinya, pilih sumber protein yang lebih rendah purin seperti telur, tahu, tempe, atau ikan tertentu seperti salmon dalam jumlah wajar.
Dengan mengurangi asupan purin, kita membantu tubuh agar tidak kewalahan dalam memproses dan membuang asam urat.
Perbanyak minum air putih
Air putih adalah sahabat terbaik ginjal dalam membuang kelebihan asam urat dari tubuh. Dengan minum air putih yang cukup minimal 8 gelas sehari atau sekitar 2 liter, kita membantu ginjal bekerja lebih efektif. Air juga membantu mengencerkan asam urat dalam darah dan urine.
Jangan tunggu sampai haus baru minum. Biasakan untuk minum air putih secara teratur sepanjang hari. Kalau bosan dengan air putih biasa, kita bisa menambahkan irisan lemon atau mentimun untuk variasi rasa. Yang penting, hindari minuman manis atau bersoda sebagai pengganti air putih karena justru bisa memperburuk kondisi.
Beraolahraga rutin
Aktivitas fisik teratur sangat membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Olahraga tidak perlu yang berat-berat kok. Jalan kaki 30 menit setiap hari, bersepeda santai, atau berenang sudah cukup efektif untuk menjaga kesehatan dan mencegah penumpukan asam urat.
Yang penting adalah rutinnya. Lebih baik olahraga ringan tapi rutin setiap hari daripada olahraga berat tapi hanya sesekali.
Olahraga juga membantu mengurangi stres, memperbaiki sirkulasi darah, dan meningkatkan fungsi ginjal, semuanya berkontribusi dalam mencegah asam urat.
Batasi konsumsi gula dan minuman manis
Mungkin terdengar mengejutkan, Fruktosa yang terdapat dalam gula dapat meningkatkan kadar asam urat dengan cepat.
Minuman manis seperti soda, jus kemasan, sirup, dan minuman energi mengandung kadar gula tinggi yang perlu kita batasi.
Sebaiknya pilih minuman alami tanpa tambahan gula, atau jika ingin sesuatu yang manis, konsumsi buah segar dalam jumlah wajar. Membatasi asupan gula juga membantu menjaga berat badan dan kesehatan metabolisme.
Banyak konsumsi buah dan sayuran
Buah dan sayuran adalah sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu tubuh melawan peradangan.
Beberapa buah seperti ceri, stroberi, dan jeruk dipercaya bisa membantu menurunkan kadar asam urat karena memiliki antioksidan.
Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan wortel juga sangat baik untuk dikonsumsi. Meski beberapa sayuran mengandung purin, kadarnya jauh lebih rendah dibanding jeroan atau daging merah, dan efeknya pada asam urat lebih minim.
Dampak Asam Urat
Jangan anggap remeh soal asam urat, sebab mempunyai dampak buruk jika dibiarkan. Bukan cuma nyeri sendi, tapi bisa berkembang menjadi komplikasi kesehatan.
Merusak sendi
Ketika kristal asam urat menumpuk di persendian, akan terjadi peradangan yang menyebabkan rasa sakit luar biasa, bengkak, kemerahan, dan rasa panas. Kondisi ini dikenal sebagai serangan gout atau pirai.
Serangan biasanya muncul tiba-tiba, sering pada malam hari, dan paling sering menyerang sendi jempol kaki. Rasa sakitnya begitu hebat sampai sentuhan selimut pun terasa sangat menyiksa.
Jika tidak ditangani, kristal asam urat akan terus menumpuk dan membentuk benjolan keras yang disebut tophi.
Tophi dapat merusak struktur sendi secara permanen, menyebabkan perubahan bentuk sendi, dan mengurangi kemampuan gerak kita.
Gangguan fungsi ginjal
Ginjal berperan penting dalam menyaring dan membuang asam urat dari tubuh. Namun, ketika kadar asam urat terus-menerus tinggi, ginjal harus bekerja ekstra keras. Seiring waktu, kristal asam urat bisa mengendap di ginjal dan saluran kemih, yang akhirnya membentuk batu ginjal.
Batu ginjal yang terbentuk dari asam urat bisa menyebabkan rasa nyeri yang sangat hebat ketika melewati saluran kemih.
Lebih dari itu, penumpukan kristal asam urat dalam ginjal dapat merusak jaringan ginjal dan mengganggu fungsinya.
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang bahkan bisa sampai memerlukan cuci darah.
Risiko penyakit jantung
Penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat tinggi berkaitan erat dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung.
Asam urat yang berlebihan dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.
Orang dengan asam urat tinggi juga cenderung memiliki faktor risiko lain seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi yang semakin memperbesar risiko masalah jantung.
Penutup
Memahami penyebab asam urat membantu kita menghindari faktor-faktor pemicu, sementara menerapkan langkah-langkah pencegahan akan melindungi kita dari dampak buruknya di masa depan.
Jangan biarkan asam urat menghalangi aktivitas dan kebahagiaan kita.